Tak semua orang punya cerita yang
sama, dan tidak sedikit juga orang punya kisah yang serupa. Aku menyadari ini
sebagai hal yang bisa di logika, tapi cerita hanya bisa di nikmati bagi yang
punya rasa.
“kamu anak
mana?, sekolah dimana?, dan pindah kesini tahun berapa?”.
Begitulah pertanyaan pertama yang
aku ingat pada Ana, gadis blasteran cina yang menjadi teman pertamaku. Dia
sedikit tomboy dan periang, karakter yang menarik mataku untuk tetap
memperhatikannya.
“kamu asli
mana?”
Tanyaku pada gadis blasteran itu
yang saat ini duduk tepat disampingku.
“maksudnya?”
Jawabnya dengan perasaan
kebingungan.
“Maksudku, kamu
aslinya anak mana?”. Tegasku lagi..
“Oh.. Jakarta.”
Singkat, Padat dan Jelas jawaaban
yang diutarakan Ana.
“Pindah ke Tegal
tahun berapa?”
“Dua ribu Dua
Belas (2012).”
Lagi.. Singkat, Padat dan Jelas
(SPJ) jawaban yang diberi.
“Oh.. kamu
disini tinggal sama siapa?” tanyaku lagi
“Sama Budhe dan
Adek-Adekku.”
Tripple Kill nih, tiga kali pake
SPJ (Singkat, Padat dan Jelas) dan sama sekali belum ada respon balik.
“Emm... Adek
kamu berapa?”
Aku masih berjuang mencari
pertanyaan untuk menjalin komunikasi.
“Dua (2)”
Gilaa.. Serius, nih cewek cuek
amat. Aku ekstra keras nih nyari akal supaya dia bisa responsive atau friendly.
Hehe sekali-kali pake bahasa Inggris..
“oh.. berarti
sama dong, adek aku juga dua.”
Kali ini aku ngga pake pertanyaan,
tapi pake pernyataan. Maksudnya biar ada ada respon lah, minimalnya kan dia
nanya balik.
“Oh..”
Jawab ana dengan muka datar seperti
tak punyaa salah. Yaa emang ngga punya salah sih, hehe
Seketika itu juga suara nyamuk
mulai terdengar mendering dan aku kembali menatap layar monitorku. Saat itu aku
sedang bermain komputer dan Ana datang ke rumah minta bantuan nyariin tugasnya
di Internet. Dia tetangga baruku, bukan dia yang baru pindah, tapi aku yang
baru datang. Hehe.. kami satu komplek di Griya Pastria, Slawi. Aku disini
sendirian, orang tua dan adek-adekku tinggal di kota.
“An.. kamu punya
banyak waktu luang ngga?”
Aku kembali membuka obrolan lagi
sama cewek blasteran yang cuek itu.
“emm.. besok
sekolah libur sih..”
Jawab Ana dengan nada mempelan
seperti enggan mengatakan.
“Kamu mau ngga
nemenin aku keliling komplek ini? Aku bete nih sendirian mulu..”
Pintaku dengan wajah memelas..
“boleh sih, mau
jam berapa?”
Jawabnya yang masih dengan nada
datar.
“jam 10 ya..”
Pintaku lagi..
“bisa..”
jawabnya sambil tersenyum.
Padahal sebelumnya belum ada senyum
yang keluar dari bibirnya. Sebenernya aku juga aku juga masih belum yakin dia
mau menerima ajakanku itu. Tapi, masa bodoh ah, yang penting aku punya temen
untuk sharing cerita.
“udah belum
tugasku?” tak lama kemudian ana bertanya tentang tugasnya.
“udah nih.. mau
ditaruh dimana?” tanyaku padanya. Sebenernya sih mau aku tahan lebih lama lagi
dengan beberapa pertanyaan yang udah mulai masuk ke kepala.. tapi hari udah
sore, ngga enak juga.
“nih, di
flashdisk ini.” Sambil menyodorkan flashdisk yang sedari tadi di genggamnya.
“okey, udah aku
save..”
“makasih yaa..
aku pulang dulu.” Tepat pukul 4 sore, ana berpamitan.
“iya sama-sama. Jangan
lupa besok yaa?” tegasku lagi biar dia ngga lupa.
“oke..” jawabnya
sambil berjalan menuju pintu depan.
Berawal dari bertemu ana, aku
berharap bisa mengenal teman-teman yang lain di komplek ini. Tapi entah kenapa
juga aku Cuma merasa nyaman kalo lagi sama Ana. Hehehe. Dibalik cueknya diawal,
ternyata dia manusia yang asik. Canda dan tawa yang mengiringiku bersamanya. Aku
menyadari satu hal lagi, bahwa matanya bercahaya, bening seperti mata air dan
sejuk seperti embun pagi.
2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menulis semua rekaman kejadian yang ada dalam angan. ini baru hari pertama aku dengannya. berarti masih ada sekitar 721-an hari lagi yang ingin aku ceritakan.
terima kasih sudah mau membaca tulisan yang sederhana ini. kritik dan saran yang membangun silahkan berkomentar atau contact aja di email untuk perbaikan yang lebih baik..
2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menulis semua rekaman kejadian yang ada dalam angan. ini baru hari pertama aku dengannya. berarti masih ada sekitar 721-an hari lagi yang ingin aku ceritakan.
terima kasih sudah mau membaca tulisan yang sederhana ini. kritik dan saran yang membangun silahkan berkomentar atau contact aja di email untuk perbaikan yang lebih baik..